Startup Business People Working on Laptop

TRAINING ONLINE MANAJEMEN PENGGUNAAN OBAT (MPO) RUMAH SAKIT

TRAINING ONLINE MANAJEMEN PENGGUNAAN OBAT (MPO) RUMAH SAKIT

training

DESKRIPSI TRAINING WEBINAR MANAJEMEN PENGGUNAAN OBAT

Berdasarkan Undang-undang Rumah Sakit No. 44 tahun 2009 disebutkan

bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, maka rumah sakit wajib

diakreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali.

Saat ini akreditasi rumah sakit di Indonesia dilakukan mengacu pada

standar yang ditetapkan oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) atau

JCI (Joint Commission International). Salah satu bab yang penting

dalam standar akreditasi tersebut adalah Manajemen dan Penggunaan Obat

(MPO).

Manajemen Penggunaan Obat memiliki peranan penting dalam pengobatan

simtomatik, preventif, kuratif, dan paliatif maupun rata kelola

penyakit dan kondisinya.

Manajemen obat-obatan ini meliputi sistem dan proses yang digunakan

rumah sakit untuk menyediakan farmakoterapi bagi pasiennya. Hal ini

biasanya merupakan suatu upaya multidisiplin yang terkoordinasi oleh

sraf rumah sakit.

Adapun prinsip-prinsip yang diterapkan mencakup merancang proses yang

efektif, penerapan, dan perbaikan terhadap pemilihan, pengadaan,

penyimpanan, permintaan/peresepan, penyalinan, distribusi, persiapan,

pengeluaran, pemberian, dokumentasi dan pemantauan rerapi obat-obatan.

Meskipun peran-peran praktisi perawatan kesehatan dalam manajemen

obat-obatan bisa berbeda jauh antara satu negara kenegara lain, proses

manajemen obat-obatan yang dapat diandalkan untuk keselamatan pasien

bersifat universal.

Manajemen merupakan suatu seni dalam ilmu dan pengorganisasian seperti menyusun perencanaan, membangun organisasi dan pengorganisasiannya, pergerakan, serta pengendalian atau pengawasan.

Manajemen Obat adalah pokok manajerial Rumah Sakit terutama dalam hal pengelolaan obat yang ada dirumah sakit yang bertujuan mencegah stock out dan stagnan stok. Bila hal ini terjadi akan berakibat ketidak efisienan dan menjadi buruk secara medis maupun ekonomis.

Penggunaan obat dikatakan rasional menurut WHO apabila pasien menerima obat yang tepat untuk kebutuhan klinis, dalam dosis yang memenuhi kebutuhan untuk jangka waktu yang cukup, dan dengan biaya yang terjangkau baik untuk individu maupun masyarakat.

Menimbang cukup kompleknya materi pelatihan Manajemen Penggunaan Obat (MPO) Rumah Sakit ini bagi peserta, dibutuhkan training provider yang berpengalaman di bidangnya agar tidak membuat peserta tidak menjadi cepat bosan dan jenuh dalam mendalami bidang teknik ini.

TUJUAN TRAINING PENGENALAN MPO RUMAH SAKIT UNTUK PRAKERJA

1. Memahami standar penyimpanan obat (MPO.3) dan Bahan Berbahaya

(MFK.5).

2. Memahami standar penyiapan obat/dispensing (MPO.5)

3. Memahami standar berkomunikasi efektif

4. Memahami Standar keamanan penggunaan obat-obat risiko tinggi

5. Dapat menerapkan kepatuhan terhadap standar MPO.3, MPO.5, MFK.5,

SKP.2.

Dengan mengikuti pelatihan Manajemen Penggunaan Obat (MPO) Rumah Sakit Peserta dapat berbagi pengetahuan / sharing knowledge mengenai Manajemen Penggunaan Obat (MPO) Rumah Sakit dengan peserta dari perusahaan lain yang bergerak di bidang Manajemen Penggunaan Obat (MPO) Rumah Sakit .

MATERI pelatihan manajemen penggunaan obat online Zoom :

Studi Kasus / Praktek pemecahan masalah Manajemen Penggunaan Obat (MPO) Rumah Sakit

METODE pelatihan pengenalan mpo rumah sakit online Zoom :

Metode Training Manajemen Penggunaan Obat (MPO) Rumah Sakit dapat menggunakan fasilitas training zoom atau training online, dan bisa juga training offline atau training tatap muka.

INSTRUKTUR pelatihan konsep manajemen penggunaan obat online Zoom :

Instruktur yang mengajar pelatihan Manajemen Penggunaan Obat (MPO) Rumah Sakit ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Manajemen Penggunaan Obat (MPO) Rumah Sakit baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

PESERTA

Peserta yang dapat mengikuti training Manajemen Penggunaan Obat (MPO) Rumah Sakit ini adalah staff sdm atau karyawan yang ingin mendalami bidang Manajemen Penggunaan Obat (MPO) Rumah Sakit .

Karena kompleksnya pelatihan ini, maka dibutuhkan pendalaman yang lebih komprehensif melalui sebuah training. Dan menjadi sebuah kebutuhan akan training provider yang berpengalaman di bidangnya agar tidak membuat peserta menjadi cepat bosan dan jenuh dalam mendalami bidang teknik ini.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *